Makna Kehilangan Dan Kedamaian Jiwa (An-Nafs Al-Mutma’innah): Studi Kasus Proses Coping Mechanism Remaja SMP Yang Ditinggal Wafat Sahabat Dekat
Keywords:
An-Nafs Al-Mutma'innah, Coping Mechanism, Kehilangan, Psikologi IslamAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kehilangan dan proses coping mechanism yang dialami remaja SMP setelah ditinggal wafat sahabat dekat, serta mengeksplorasi peran nilai-nilai spiritual Islam dalam membentuk kondisi An-Nafs Al-Mutma'innah sebagai wujud kedamaian jiwa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan dipilih secara purposive sampling, yaitu remaja SMP di Kota Medan yang pernah mengalami kehilangan sahabat dekat akibat meninggal dunia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik dengan menjaga keabsahan data melalui triangulasi, member checking, dan peer debriefing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehilangan sahabat memberikan dampak yang signifikan terhadap kondisi emosional, psikologis, sosial, dan spiritual remaja, yang ditandai dengan kesedihan mendalam, penurunan motivasi belajar, gangguan konsentrasi, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Dalam proses adaptasi, remaja mengembangkan berbagai strategi coping melalui dukungan keluarga, guru Bimbingan dan Konseling, teman sebaya, serta aktivitas keagamaan seperti salat, membaca Al-Qur'an, berdoa, dan berdzikir. Dukungan sosial dan penguatan spiritual berperan penting dalam membantu remaja menerima kehilangan, meningkatkan ketahanan psikologis, serta mencapai kondisi An-Nafs Al-Mutma'innah, yaitu jiwa yang tenang, ikhlas, dan mampu memaknai kehilangan sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan layanan bimbingan dan konseling berbasis psikologi Islam melalui integrasi pendekatan psikologis dan spiritual dalam pendampingan remaja yang mengalami kehilangan.






