Pengembangan Media Mystery Box untuk Mengurangi Perilaku Bullying pada Siswa
Keywords:
Mystery Box, Bullying, Bimbingan Kelompok, Model 4D, Teori Belajar SosialAbstract
Perilaku bullying masih ditemukan di sekolah, sementara media layanan bimbingan dan konseling (BK) yang interaktif untuk menanganinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media Mystery Box untuk membantu mengurangi perilaku bullying pada siswa MTs Negeri Tebing Tinggi serta menguji kelayakan dan kepraktisannya. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang berlandaskan teori belajar sosial Albert Bandura. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru BK, dan angket skala Likert 1–5, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif (persentase). Produk berupa tiga box (Box Situasi, Box Empati, dan Box Aksi/Tindakan) dengan masing-masing delapan kartu serta buku panduan guru BK. Validasi ahli materi memperoleh 93,00% dan ahli media 87,50% (sangat layak). Uji coba terbatas pada delapan siswa kelas VIII memperoleh 91,50% dan respons guru BK 84,00% (sangat praktis). Mystery Box layak dan praktis sebagai media pendukung layanan bimbingan kelompok, tetapi efektivitasnya dalam menurunkan bullying belum diuji secara eksperimen.






