Analisis Dinamika Sistem Keluarga Dalam Mengatasi Akademik Burnout Dan Krisis Eksistensial Pada Mahasiswa: Sebuah Pendekatan Komunikasi Transgenerasional
Keywords:
Academic Burnout, Family Systems Theory, Krisis Eksistensial, Komunikasi Transgenerasional, MahasiswaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika sistem keluarga dalam mengatasi academic burnout dan krisis eksistensial pada mahasiswa Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) melalui pendekatan komunikasi transgenerasional. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus yang melibatkan mahasiswa yang mengalami gejala academic burnout dan krisis eksistensial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika sistem keluarga memiliki peran penting sebagai faktor risiko maupun faktor protektif dalam pengalaman academic burnout mahasiswa. Ekspektasi akademik yang tinggi, komunikasi yang tertutup, dan konflik keluarga berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan psikologis, sedangkan dukungan emosional, komunikasi yang terbuka, dan hubungan keluarga yang harmonis membantu mahasiswa mengembangkan strategi adaptasi yang lebih positif. Selain itu, komunikasi transgenerasional berperan dalam membentuk cara mahasiswa memaknai pendidikan, kesuksesan, kegagalan, dan tujuan hidup melalui pewarisan nilai, keyakinan, serta pengalaman hidup antar generasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa narasi keluarga dan nilai-nilai yang diwariskan menjadi sumber resiliensi yang membantu mahasiswa menghadapi krisis eksistensial dan membangun makna hidup yang lebih positif. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi Family Systems Theory dan komunikasi transgenerasional dalam memahami hubungan antara academic burnout dan krisis eksistensial pada mahasiswa. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan kajian komunikasi keluarga dan kesehatan mental mahasiswa serta menjadi dasar bagi penguatan layanan konseling berbasis keluarga di perguruan tinggi.






