Integrasi Wahyu dan Akal dalam epistemology Islam: Studi Literatur Berbasis Al Qur’an dan Pemikiran Filsus Muslim

Authors

  • Yulia Angga Anggraina Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Author
  • Usman Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Author
  • Zulfadli Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Author

Keywords:

Epistemologi Islam, Filsafat Islam, Al-Qur’an dan Taihid

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi antara wahyu dan akal dalam epistemologi Islam melalui studi literatur terhadap Al-Qur’an dan pemikiran filsuf Muslim dari era klasik hingga kontemporer. Berbeda dengan tradisi Barat yang sering memisahkan aspek religius dan rasional, epistemologi Islam memandang keduanya sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi dalam kerangka tauhid. Melalui analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an dan karya tokoh seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Al-Ghazali, dan Ibnu Rusyd, penelitian ini mengidentifikasi berbagai model integrasi, mulai dari harmonisasi hingga pendekatan hierarkis dan komplementer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa wahyu menempati posisi epistemologis tertinggi, namun akal tetap memiliki peran penting dalam memahami, menafsirkan, dan mengimplementasikan wahyu secara kontekstual. Penelitian ini juga menyoroti kontribusi pemikir kontemporer seperti Muhammad Iqbal dan Seyyed Hossein Nasr yang merekonstruksi epistemologi Islam agar lebih responsif terhadap tantangan modernitas. Kesimpulan utama dari studi ini adalah bahwa epistemologi Islam yang integratif menawarkan alternatif terhadap dikotomi antara ilmu rasional dan religius dalam paradigma keilmuan modern. Pendekatan ini berpotensi menjembatani kesenjangan antara sains dan spiritualitas, serta memberikan dasar konseptual bagi pengembangan pendidikan Islam yang holistik, penelitian interdisipliner, dan etika keilmuan berbasis tauhid.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2025-05-25

Issue

Section

Articles